oleh

Pengamat Wanti Gubernur HD Waspadai Ini

PALEMBANG – Tertangkapnya Bupati Muba yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Dodi Reza Alex oleh Komisi Pemberantasan Korupsk (KPK), bukan berarti membuat langkah Herman Deru (HD) untuk mempertahankan jabatannya sebagai Gubernur Sumsel terbuka luas.

Tetapi kasus ini justru akan membuat politisi Partai Nasdem tersebut harus lebih waspada, karena akan muncul tokoh baru di Partai Golkar, yang tidak kalah kuatnya dengan Dodi.

Demikian dikatakan pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar Butar-butar kepada palpos.id. Menurut Bagindo, secara kasat mata, kasus yang menimpa Dodi ini akan memberikan keuntungan bagi Herman Deru, karena rival bebuyutannya tengah tersandung masalah. Tetapi sebetulnya kasus ini justru akan menghadirkan lawan baru yang tidak kalah kuat bagi HD.

Baca Juga:  Survei LSPP: Pasangan Enos-Yudha Sulit Dikejar

“Tertangkapnya Dodi membuat peluang Deru untuk dua periode makin berat. Karena akan muncul lawan baru yang kita yakin lebih tangguh. Beberapa tokoh yang patut diwaspadai HD adalah Eddy Santana Putra (ESP) yang merupakan mantan Wako Palembang dua periode dan sekarang jadi anggota DPR RI, kemudian dari terah Mawardi yakni Rihdo Yahya yang saat ini menjabat Wako Prabumulih,” ujarnya, Minggu (17/10).

Selain itu, juga akan hador sosok lain yang besar kemungkinan akan mewarnai peta politik di Sumsel dan harus mendapat perhatian serius dari HD jika ingin kembali merebut Sumsel I.

Baca Juga:  Herman Deru Menyerahkan Ratusan Sertifikat Tanah Kepada Warga Lubuklinggau

“Nah kandidat lain yang juga harus diperhitungkan HD adalah Dr. Agung Firman Sampurna (AFS), S.E., M.A.P., CSFA, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan periode 2019 – 2022. Putra kader senior Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai anggota Fraksi Golkar DPR RI dari dapil Sumsel I, Kahar Muzakir ini adalah sosok tokoh yang tidak kalah kuat dari Dodi dan strateginya juga belum bisa terbaca,” ujar Bagindo.

Baca Juga:  Elektabilitas Airlangga Hartarto Masih Dibawah Rata-Rata

Apalagi lanjut Bagindo, dengan tertangkapnya Dodi oleh KPK, maka bukan tidak mungkin trah Kahar Muzakir akan tampil dipanggung, termasuk merebut kursi ketua DPD Partai Golkar Sumsel menggantikan Dodi.

“Hal lain yang harus diperhitungkan oleh semua kandidat calon Gubernur mendatang adalah sosok Agung Firman, yang mempunyai latar belakang pendidikan sebagai Doktor dan merupakan ketua BPK RI. Sehingga mempunyai kemampuan dalam pengelolaan anggaran, dan banyak mengetahui persoalan yang ada di Sumsel. Ini akan menjadi nilai tambah dari Firman bila akan maju dalam pilgub mendatang,” katanya. (PP)

News Feed