oleh

Pengadilan Perberat Hukuman Edhy Prabowo

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menghormati keputusan hakim Pengadilan Tinggi Jakarta yang memperberat hukuman terhadap Edhy Prabowo menjadi sembilan tahun penjara.

“Artinya majelis hakim punya keyakinan dan pandangan yang sama dengan tim jaksa KPK bahwa terdakwa secara meyakinkan terbukti bersalah menerima suap dalam pengurusan izin budi daya lobster dan ekspor benur,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri.

“Dalam prosesnya KPK telah menyiapkan memori kontra bandingnya. Kemudian mengenai putusan, hal ini menjadi ranah dan kewenangan sepenuhnya dari majelis hakim.”

Baca Juga:  Tol Cimanggis Cibitung Seksi I Segera Beroperasi

KPK juga mengapresiasi putusan majelis hakim terkait uang pengganti yang harus dibayarkan Edy Prabowo senilai Rp9,6 miliar dan USD 77 ribu.

“Hal tersebut penting sebagai bagian dari asset recovery yang menyokong penerimaan negara melalui upaya pemberantasan korupsi,” kata Ali

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang awalnya lima tahun di tingkat pertama menjadi sembilan tahun penjara. Penambahan hukum tersebut setelah Majelis Hakim menolak permohonan banding yang diajukan tim kuasa hukum Eddy Prabowo.

Baca Juga:  Herman Deru Resmikan 70 Bangunan Infrastruktur

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama sembilan tahun dan denda sebesar Rp400 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” demikian bunyi amar putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI, dikutip Kamis (12/11/2021).

Hakim juga mewajibkan Edhy membayar uang pengganti sejumlah Rp9.687.447.219 dan USD77 ribu dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan oleh Edhy Prabowo.

Baca Juga:  Ini Syarat Terbaru Naik Kereta Api Jarak Jauh

Uang itu harus dibayar Edhy dalam jangka waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap. Jika tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi kekurangan uang pengganti.

Jika harta bendanya tak cukup, maka akan diganti dengan pidana penjara selama tiga tahun. Hakim juga mewajibkan Edhy membayar uang pengganti sejumlah Rp9.687.447.219 dan USD77 ribu dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan oleh Edhy Prabowo.

News Feed