oleh

MUBA Usulkan Bantuan Gubernur Sebesar 249 Miliar

PALEMBANG.CROSCEK.COM– Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, S.IP menyampaikan kebutuhan dana sebesar 249 miliar untuk membenahi infrastruktur di wilayah kabupaten MUBA.

Hal ini disampaikan Beni Hernedi usai pemaparan kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru di kantor Gubernur Sumsel.Kamis (01/04)

“kita mengajukan hampir 249 miliar, tentunya program program yang mendesak dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat” ujarnya

Disamping itu, Beni juga menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi pemprov sumsel, yang menfasilitasi kegiatan Pemaparan terkait usulan bantuan gubernur untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin.

Baca Juga:  Wagub Mawardi Yahya Beri Dana Stimulan untuk Kemajuan PKBM Khoirul Ummah

“hari ini alhamdulilah, kita diterima dengan baik oleh pak gubernur, pertemuan seperti ini sangat strategis, dimana propinsi dan kabupaten duduk bersama, dan beliau mengajak kami berduskisi memaparkan program program strategis di kabupaten muba”, ungkap Beni

Kemudian Beni menyampaikan, program skala prioritas Pemkab Muba, yakni terkait pembenahan atau perbaikan jalan dan jembatan di wilayah kabupaten Muba.

Baca Juga:  Jadi Penyiar RRI Dadakan, Herman Deru Lancar Bacakan Warta Berita Daerah

Sementara Gubernur Sumsel H Herman Deru juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab MUBA yang telah mengelola dengan baik bantuan gubernur (bangun) tahun 2019-2020 termasuk proyek-proyek penanganan Pemprov Sumsel.

“Tahun ini pola nya berbeda, kita ingin menyatukan pembangunan-pembangunan yang selama ini sporadis di kab/kota, dirajut menjadi pembangunan yang komprehensif. Hal ini menjadi perwujudan tag line Sumsel Maju Untuk Semua,” ujar Herman deru

Deru menyampaikan Bantuan Gubernur tidak hanya semata-mata tentang infrastruktur, dan tidak hanya berupa pembangunan secara fisik namun bisa juga non fisik, misalnya terkait persoalan terkini yaitu penyediaan signal.

Baca Juga:  GOR Pagaralam Dibangun, Bukti Sumsel Maju Untuk Semua

“Terdapat 3 kluster dalam pemberian Bangub, yaitu Super prioritas, prioritas, dan reguler. Skala Prioritas yaitu besar kecilnya RPJMD yg belum tercover APBD Kab/Kota, reguler artinya bisa secara bertahap dilaksanakan. Dan skala super prioritas yakni proyek mangkrak, akibat terhambat permasalahan yang belum terselesaikan,” ujarnya.

News Feed