oleh

Melawan saat Ditangkap, Dua Pelaku Begal Ditembak Polisi

CROSCEK.COM, PALEMBANG – IR (20) dan NO (20), hanya bisa menahan sakit setelah ditembak oleh petugas Pidana Umum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang. Kedua pelaku begal ini terpaksa ditembak lantaran melawan petugas dan hendak kabur saat dilakukan penangkapan, Senin (12/7/2021), malam.

Keduanya yang merupakan warga Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin ini ditangkap petugas pimpinan Kanit AKP Robert P Sihombing tak jauh dari rumahnya, karena tersangkut kasus pencurian dengan kekerasan.

Diketahui, aksi pencurian dengan kekerasan yang dilakukan duaDua  sekawan ini terjadi, Minggu, (4/7) 2021), sekitar pukul 17.00, di samping pintu masuk Komplek Gran Hill II, tepatnya di Jalan Tanjung Rawo Kecamatan IB I, Palembang.

Baca Juga:  Kapolri Beberkan Alasan Pelaku Bisa Masuk Mabes Polri

Kejadian berawal saat korban Yuani (60), warga Perajin Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin meminta pelapor L (14), yang merupakan seorang pelajar untuk mengantar seorang laki-laki yang tidak dikenal.

Namun, sebelumnya karena korban kasihan melihat terlapor, setelah itu pelapor berangkat mengantarkan pelaku dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy Sporty warna hitam merah BG-3137- JBB.

Ketika sampai di TKP, tiba-tiba pelaku tersebut langsung menodongkan senjata tajam kearah perut korban dan langsung menyuruh korban menghentikan motornya dan menyuruh korban turun dari atas motor. Kemudian, pelaku langsung melarikan diri membawa motor korban tersebut.

Baca Juga:  Kemenkumham Salurkan Puluhan Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

“Kedua pelaku ditangkap atas laporan korban yang melaporkan kasus pencurian dengan kekerasan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, Selasa (13/7/2021).

Saat ditangkap, lanjut Tri, kedua pelaku pun terpaksa dilumpuhkan karena berupaya melawan saat akan dilakukan penangkapan.

“Mereka ini melawan saat ditangkap, sudah kita berikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 kali, namun tidak digubris keduanya. Kita juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor hasil kejahatan mereka,” lanjutnya.

Terkait modus yang dilakukan pelaku, sambung Tri, berawal saat pelaku bertemu korban lalu minta antar ke suatu tempat. Setelah sampai di TKP, saat itu pelaku mengancam korban untuk turun dari motornya dengan mengunakan pisau dan merampas motornya.

Baca Juga:  Wagub Mawardi Simak Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi DPRD Sumsel Terkait Raperda Pelaksanaan APBD 2019

“Aksi pelaku ini memang terbilang sadis dan meresahkan warga. Karena itu hingga saat ini kasus mereka masih kita kembangkan,” ungkapnya.

Atas ulahnya pelaku terancam pasal 365 KUHP, ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun. Sedangkan kedua pelaku ketika ditemui di ruang piket Reskrim mengakui segala perbuatannya.

“Terpaksa pak kami melakukan aksi ini karena tidak mempunyai pekerjaan. Rencana motor ini akan kami jual dan uang bagi berdua untuk mencukupi kebutuhan sehari -hari,” kata kedua pelaku.

News Feed