oleh

16 Aturan Baru Mencoblos Pilkada Ditengah Pandemi, ini Poin Poinnya..!

PALEMBANG.CROSCEK.COM– Ada yang berbeda pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 nanti.

Sederet aturan khusus diberlakukan demi menjamin pelaksanaan pilkada tetap aman ditengah pandemi.

Masyarakat juga dihimbau agar senantiasa menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Hal ini disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel Hendri Atma Wijaya kepada croscek.com di Hotel Harper Palembang. Kamis (12/11)

“Yang jelas kita mengharapkan agar masyarakat pemilih senantiasa menerapkan Prokes ketika datang ke TPS, agar terhindar dari kerumunan”, ujar Hendri.

Baca Juga:  Heboh, Jaksa Agung Beberkan Dugaan Korupsi Asabri Mencapai Rp 22 Triliun

Dikatakan Hendri, Untuk Pilkada 2020 selain mengatur model kampanye, juga diatur model TPS untuk warga yang datang mencoblos.

“Ada pengaturan waktu, pembagian jadwal pemilih datang ke TPS, misal pemilih terdaftar no urut 1 sampai 50 dijadwalkan datang ke TPS jam 8 sampai jam 10 pagi, ini diterapkan agar tidak terjadi kerumunan”, ujarnya.

“Klu untuk saksi sendiri tidak banyak perubahan, namun kita juga atur untuk tempat duduknya jaga jarak dalam posisi aman, dan setelah mencoblos kita menganjurkan ke masyarakat agar segera pulang”, katanya.

Baca Juga:  Progress Tol Indralaya Muara Enim Mencapai 11,7 Persen

Lanjut Hendri menghimbau, “Pemilih jangan ragu untuk datang, karena TPS sudah sebelumnya dilakukan antisipasi, penyemprotan desinfektan, dan sebagainya, pakai masker dan berusaha tetap menerapkan Prokes ya”, himbau Hendri

Aturan tersebut terdapat dalam perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana non-Alam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga:  Para¬† Pemuda dan Mahasiswa se Sumsel Menolak Gerakan "KAMI"

Berikut sejumlah aturan yang akan diterapkan saat warga mencoblos di TPS pada Pilkada 2020:

1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi, dari maksimal 800 orang menjadi maksimal 500 orang.

2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi, kehadiran pemilih diatur rata per jam, sehingga tidak menumpuk di pagi hari seperti sebelum-sebelumnya.

News Feed