oleh

12 Kabupaten Kota Mundur Pada Ajang Porprov, Ketua DPRD Sumsel Angkat Bicara

PALEMBANG|CROSCEK.COM– Peristiwa mundurnya 12 kabupaten kota sebagai kontingen cabang olahraga (cabor) Bulu Tangkis pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel 2021, karena kisruh  adanya dugaan atlet dari luar Sumsel ikut bertanding pada event olahraga tersebut membuat Ketua DPRD Propinsi Sumsel Anita Noeringhati angkat bicara.

Anita menyayangkan hal ini bisa terjadi, menurutnya, event olahraga Porprov Sumsel sepatutnya untuk menjaring bibit baru atlet Sumsel, namun karena peristiwa ini tujuannya bisa saja tidak tercapai.

“Kalau kita mau fairplay, aturan aturan yang sudah ditegaskan oleh ajang olahraga itu yang harus dipakai, karena kalau namanya sudah ikut pelatnas apalagi event internasional, rasanya juga tidak imbang kalau kita tujuannya mencari bibit baru di daerah” ujar Anita ketika ditemui wartawan di kantornya. Kamis (25/11)

Politisi partai Golkar ini juga menyampaikan, panitia Porprov seharusnya bisa memverifikasi para atlet yang ikut, mengingat tujuan ajang Porprov Sumsel tersebut untuk mencari bibit atlet.

Baca Juga:  Pemain Ini Luarbiasa, Mencetak 3 Goal Dalam 16 Menit

“Satukan dulu tujuannya, yang nama Koni itu adalah lembaga pembinaan dan atlet harus memiliki kriteria kriteria tertentu, kita kan ada lembaga yang memverifikasi hal itu, kalau pengalaman saya dulu mendampingi atlet, apabila terbukti ada hal yang seperti itu dicoret atau di diskualifikasi” tegas Anita

Diakui Anita, bahwa dirinya memang belum tahu persis apa yang terjadi, karena kemarin ada kegiatan sehingga belum sempat hadir pada event Porprov di Oku Raya itu.

Namun kendati begitu, melihat ada 12 kabupaten kota yang mundur pada ajang tersebut, dirinya berharap pihak KONI agar bisa mengambil langkah yang tepat serta bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“saya berharap Porprov itu adalah ajang pencarian bibit bibit atlet di kabupaten kota untuk mengikuti berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, koni sebagai lembaga pembinaan tentunya harus memberikan motivasi kepada kabupaten kota untuk mengikuti Porprov ini, inikan sebagai kompetisi lokal dari propinsi sebelum menjelang ke tingkat yang lebih tinggi, karena ada 12 kabupaten kota yang mundur ini” harap Anita.

Baca Juga:  Paripurna Istimewa Memperingati Hari Jadi Sumsel ke 75 Tahun

Hal senada juga disampaikan Pemerhati Bulutangkis Sumsel, Irawan mengatakan batalnya cabang bulutangkis pada Porpov Sumsel 2021 di OKU Raya ini menjadi penyelenggaraan terburuk sepanjang pertandingan multievent. Karena setiap penyelenggaraan event olahraga cabang bulutangkis selalu digelar.

“Bulutangkis itu olahraga besar dan banyak diminati penonton setelah sepakbola. Sangat disayangkan kalau event besar ini bulutangkis tidak bisa digelar pada Porpov 2021 ini,’ ujar Irawan.

Mantan Pelatih Bulutangkis Sumsel ini, mengaku bahwa Porpov ini sebagai ajang pembinaan atlet-atlet daerah, khususnya cabang bulutangkis.

Baca Juga:  DPP Partai Golkar Tunjuk Bobby Adityo Rizaldi Sebagai Plt Ketua Golkar Sumsel

Dan dari sini akan muncul atlet daerah yang bisa bertanding di event yang lebih besar seperti Porwil maupun PON atau mungkin internasional. Tetapi jika penyelenggaraan melegalkan atlet luar ikut berkompetisi tentu saja pembinaan tidak jalan.

“Saya yakin tingkat pengurusan organisasi PBSI saat ini sangat baik, tetapi kepengurusan dibawah ini harus melalui pembinaan lagi. Sehingga persoalan beli pemain dari luar tidak terjadi seperti sekarang ini,” jelas Irawan

Diketahui sebelum, ada beberapa daerah yang mundur pada cabor Bulu tangkis, yaitu Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, Mura, Muratara, Lubuk Linggau, OKI, Ogan Ilir, Prabumulih, Lahat, Pagar Alam, Pali.

Sementara daerah lainnya yaitu OKU Induk, OKU Selatan, OKU Timur dan Kota Palembang tetap ingin melanjutkan pertandingan. Tetapi pertandingan tersebut hanya sebagai pelengkap eksbisi.

News Feed